Pulau Bangka dan Belitung tempat Ajari VIII

Tanjung Pandan – Pulau Bangka dan Belitung menjadi tempat Arung Sejarah Bahari (Ajari) VIII. Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) dari 21 sampai 25 Oktober 2013.

Meniti peradaban Bangka Belitung melalui Lada  dan Timah menjadi tema yang diangkat pada tahun ini. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun jiwa dan semangat kebaharian generasi muda.

Expedisi dimulai dengan menyusuri kota Muntok, salah satu tempat bersejarah dimana Soekarno Presiden RI pernah diasingkan di wisma Menumbing. Selain itu sekitar 150 mahasiswa se Indonesia mengunjungi Unit Metalurgi PT.Timah Muntok Tbk untuk melihat proses peleburan timah, dilanjutkan ke pelabuhan lama Muntok, dan ke Pulau Belitung pada 23 Oktober.

Pada saat seminar di Hotel Pondok Impian III Belitung, Jasagung Hariyadi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung mengatakan tentang spot-spot bahari andalan Belitung sebagai destinasi wisata nasional dan internasional.

“pulau lengkuas, pulau kepayang, pulau pasir, pulau burung mandi, jadi andalan kami, selain pemandangan yang bagus bisa untuk snorkling bahkan diving. Juga tempat shooting film laskar pelangi yang ada di tanjung tinggi serta SD Muhammadiyah Gantung yang wajib dikunjungi saat ke Belitung”, jelasnya.

Jasagung juga menambahkan saat ini dampak perekonomian masyarakat kian semakin terasa. Perahu-perahu nelayan juga berpindah operasi menjadi perahu pariwisata menuju pulau-pulau untuk mengantar wisatawan domestik juga mancanegara.

“dulu penghasilan nelayan hanya mengharap dari melaut, tapi sekarang nelayan menjadi guide untuk wisatawan nusantara dan bule-bule yang semakin ramai ke Belitung”, ujarnya.

Saat ini Belitung juga semakin berbenah, tidak hanya memperbaiki infrastruktur, flight juga bertambah banyak. Masyarakat juga diharapkan berkontribusi dengan membuka diri dan mengedukasi dengan baik agar setiap wisman dan wisnu semakin betah selama di Belitung, harap Jasagung.

Saat yang sama Alex John Ulaen, Dosen Universitas Sam Ratulangi Manado memaparkan bahwa laut berperan dalam menyatukan pesisir yang satu dengan yang lain dan memungkinkan adanya gerak perpindahan penduduk.

“laut bukan memisahkan kita tapi laut justru menyatukan diantara kita”, ungkapnya.

Akhmad Elvian, Kepala Dinas Pendidikan Pangkalpinang menjelaskan, wilayah Bangka Belitung yang mayoritas wilayah maritim, sangat kaya mangrove, kaya pantai pasir putih dengan batu granit, terumbu karang yang cantik dan tempat lokasi kapal tenggelam dengan barang muatannya merupakan daya tarik untuk objek penelitian dan kegiatan kepariwisataan lingkungan.

Selain itu perairan laut diantara pulau Bangka dan Belitung sekita pulau Liat dan selat Gaspar dapat dijadikan Taman Laut Nasional, dan pengembangannya harus disinergikan dengan segitiga pertumbuhan ekonomi IMT-GT, harapnya.

Mengenai Lada, Akhmad Elvian juga mengungkapkan bahwa tanaman Lada sudah lama dikenal oleh petani di Bangka. Sejak abad 16 dan 17 Masehi Bangka sudah menjadi pulau penghasil lada putih terbesar di dunia. (ami/nn/fa/sc)

 

Sumber: 
Diskominfo